BADAN PUSAT STATISTIK

PPID

Kegiatan BPS

Menpar Arif Yahya Benar-Benar Membutuhkan BPS

09-01-2015
Foto

Pemerintahan Jokowi dengan dukungan kabinet kerja, kini sedang gencar-gencarnya menjalankanprogram kerja di masing-masing kementerian. Untuk kesekian kalinya BPS menerimakunjungan tamu dari lingkup kementerian. Menteri Pariwisata (Menpar), ArifYahya blusukan membawa seluruh Sekjen dan Dirjen di lingkup Kemenpar khususberkunjung ke BPS, pada Jumat,  9 Januari 2015.


          Kepala BPS, Suryamin memaparkanperihal kegiatan pendataan BPS. Disinggung juga bahwa tahun depan akan adapendataan Sensus Ekonomi,  dimana sektor pariwisata termasuk dalam bagianpendataan. Dalam sambutannya, Arif Yahya menyampaikan bahwa pariwisata adalahsebuah bisnis besar, harus diukur dan dimanage dengan baik. Ditegaskan ArifYahya, pihaknya "benar-benar membutuhkan BPS", bahwa satu-satunya data yang dipercaya,ya data BPS, jika ada dua data berbeda, data BPS tetap dijadikan sebagai acuan.Kedatangan Arif Yahya dengan membawa serta seluruh Sekjen dan Dirjen tak lainadalah untuk memberikan suatu wacana dan masukan perihal konsep definisi,klasifikasi wisman, serta penghitungan pendapatan di sektor pariwisata.  


      Menurut data BPS, sektor pariwisatamemberikan kontribusi PDB sekitar 4,02%. Arif Yahya menyandingkan data BPSdengan data World Travel and Tourism Council (WTTC). Lembaga WTTC, merupakansebuah lembaga yang memiliki komitmen untuk merealisasikan pertumbuhan industripariwisata yang potensial secara maksimum dan berkelanjutan bagi semua orangdan senantiasa mampu memberikan dampak postif. Menurut WTTC, kontribusipariwisata Indonesia terhadap PDB sebesar 9,2%, dengan nilai PDB sebesar 80,84USD, Devisa Wisman sebesar 10,28 USD, posisinya masih berada di bawah,dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Lebih lanjutArif membeberkan, menurut WTTC, potensi pariwisata Indonesia itu bagaikan gadiscantik, dengan sedikit polesan akan menjadikan Indonesia atraktif sebagai leading sectordi bidang pariwisata. Beberapa contoh pemasukan devisa dari sektor pariwisata,yang diduga belum tercatat juga dijelaskan Arif. Harapannya, BPS dapatinformasi pencerahan yang bermanfaat dalam perbaikan pendataan sektorpariwisata.


     Beberapa Kepala BPS Provinsi turutmenyimak perbincangan dengan Tim Kemenpar, Arif Yahya meminta Kepala BPSProvinsi jeli dan teliti dalam menghitung data sektor pariwisata. Pintu utamamasuknya turis asing ke Indonesia hanya ada tiga, yakni Bali, Jakarta danBatam. Pendataan yang benar di tiga tempat tersebut sudah menggambarkan sekitar90%-95% data pariwisata. Sebagai contoh misalnya TKI yang menyeberang ke Batamkemudian berbelanja dan menginap di Batam, TKI tersebut dikategorikan sebagaituris. Tentu saja juga perlu diperhatikan agar tidak dihitung ganda ketika sangTKI melanjutkan perjalanan ke kota lainnya di Indonesia.


      Di akhir perbincangan, Suryamin menyatakan,pihaknya berterima kasih atas pencerahan yang disampaikan Arif Yahya, untukperkembangan statistik pariwisata yang lebih baik. Pertemuan ini akandilanjutkan dengan pertemuan yang lebih intens untuk mendapatkan datapariwisata yang lebih tepat. Selanjutnya Arif Yahya blusukan meninjau PST,Pelayanan Statistik Terpadu di Gedung 2 Lantai 1 dan Lantai 3, serta DataCenter yang berada di Gedung 1 Lantai 3.