BADAN PUSAT STATISTIK

PPID

Kegiatan BPS

Rakor Kementan-BPS

25-10-2016
Foto

Rapat Koordinasi (Rakor) antara BPS dengan Kementerian Pertanian (Kementan) digelar di Hotel Aryaduta Lippo Village Tangerang pada 2-3 Oktober 2014. Rakor diselenggarakan untuk membahas evaluasi peningkatan produksi beras nasional, evaluasi Masa Tanam (MT) 2014, persiapan MT2014/2015 serta sosialisasi inovasi teknologi pertanian.


Peserta Rakor melibatkan kepala BPS provinsi, kepala dinas pertanian, kepala badan koordinasi penyuluhan pertanian dan kepala balai pengkajian teknologi pertanian di seluruh Indonesia. Deputi Bidang Statistik Produksi, Adi Lumaksono serta Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Happy Hardjo nampak hadir dalam pembukaan Rakor.  Menteri Pertanian, Suswono, Kepala BPS, Suryamin serta Plt Dirjen Tanaman Pangan, Haryono, memberi sambutan sebelum pembukaan Rakor. Haryono menegaskan data BPS menjadi acuan pemerintah dalam berbagai kebijakan. Apabila data BPS terkait produksi pertanian turun, kepala dinas pertanian di daerah resah. Data Angka Ramalan (Aram) II produksi padi saat ini dalam taraf penghitungan. Meski Haryono berharap Aram II produksi padi naik, Suryamin belum memastikan dan tetap menunggu laporan proses penghitungan per provinsi masuk.  


Dalam sambutannya Suryamin menegaskan, angka-angka statistik di bidang pertanian yang lengkap, aktual dan dapat dipercaya sangat penting untuk membuat perencanaan yang matang sehingga dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan strategi program pembangunan pertanian. BPS sering menerima kritikan melalui media massa perihal ketidakpercayaan data produksi padi. Salah satu sorotan yang membuat ragu para pengguna data adalah metode pengumpulan data luas panen yang terkadang masih diwarnai oleh konflik kepentingan. Perlu dijalin kerja sama dengan instansi terkait seperti Kementan, BPPT, BPS, UKP4 dan Kemendagri. Lebih lanjut Suryamin juga menghimbau petugas BPS dan petugas pertanian terjun melakukan ubinan bersama. Pelaksanaan ubinan bersama merupakan upaya untuk memperkecil moral hazard dan saling ketidakpercayaan diantara kedua pengumpul data.