Portal PPID
Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia
—
E-FORM
Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah
Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.
AjukanPermohonan Informasi → Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS
Maret 2026, Aceh Inflasi 0,04 Persen
Dirilis pada 01 April 2026 • Siaran Pers
Banda Aceh, (1/4) – Berdasarkan hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yaitu Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe, tercatat bahwa pada bulan Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,04 persen (month-to-month/m-to-m). Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,96 pada Februari 2026 menjadi 114,01 pada Maret 2026. Secara tahunan (year-on-year/y-on-y) terjadi inflasi sebesar 5,31 persen.Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran. Kelompok ini memberikan andil sebesar 0,08 persen terhadap inflasi bulanan. Sementara itu, secara tahunan, kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi tahunan tertinggi, sebesar 2,03 persen.Komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi m-to-m antara lain: yaitu udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, dan ikan tongkol. Sementara itu, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi y-on-y adalah: tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan daging ayam ras.Secara m-to-m, semua daerah mengalami inflasi kecuali Kabupaten Aceh Tengah. Inflasi tertinggi berada di Kab. Aceh Tamiang yaitu 0,46 persen. Sementara Kabupaten Aceh Tengah mengalami deflasi 0,56 persen. Secara y-on-y, terjadi inflasi di seluruh wilayah perhitungan inflasi. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, yakni sebesar 6,07 persen, sedangkan paling rendah terdapat di Kab. Aceh Tamiang sebesar 4,84 persen.Nilai Tukar Petani TurunBPS Aceh turut mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026 yang mencapai 124,10, atau turun 0,88 persen dibandingkan Februari 2026. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Maret 2026 adalah sebesar 153,48. Indeks ini mengalami penurunan sebesar 0,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Adapun, komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan It adalah gabah, kakao/coklat biji, dan cabai rawit. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 123,67 atau mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen dibanding bulan sebelumnya. Komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan Ib adalah bandeng, telur ayam ras, dan ikan kembung.Neraca Perdagangan SurplusBadan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami surplus sebesar US$20,77 juta pada periode Februari 2026.Secara rinci, nilai ekspor Aceh pada Februari 2026 mencapai US$64,64 juta, lebih tinggi dibandingkan nilai impor yang sebesar US$43,86 juta. Nilai ekspor mengalami kenaikan sebesar 35,84 persen dibandingkan Januari 2026. Komoditas utama yang diekspor pada Februari 2026 didominasi oleh batubara, dengan nilai mencapai US$39,40 juta, atau berkontribusi sebesar 60,96 persen terhadap total ekspor. Dari sisi negara tujuan ekspor, India menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$51,02 juta (78,93 persen), didominasi oleh komoditas batubara. Di urutan berikutnya adalah Amerika Serikat dengan nilai US$3,73 juta, dengan komoditas utama berupa kopi dan rempah-rempah. Selanjutnya, ekspor ke Thailand tercatat sebesar US$2,44 juta, dengan komoditas utama batubara.Ekspor komoditas asal Aceh yang dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh tercatat sebesar US$52,85 juta, atau 81,76 persen dari total ekspor. Sisanya, sebesar US$11,79 juta diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, dengan nilai terbesar melalui Provinsi Sumatera Utara sebesar US$11,68 juta.Sementara itu, total impor Aceh selama Februari 2026 didominasi oleh gas propana/butana senilai US$42,64 juta. Negara asal impor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai US$42,64 juta, yang berupa gas butana/propana. Selain itu, Singapura menyumbang nilai impor sebesar US$1,22 juta berupa bahan bakar hasil minyak.Kunjungan Wisatawan Mancanegara MenurunAngka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Februari 2026 tercatat mencapai 2.716 kunjungan atau turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026. Angka ini juga turun 29,36 persen dibandingkan Februari 2025. Terdapat dua pintu masuk utama untuk wisatawan mancanegara (Wisman) yang dipantau, yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS adalah Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, baik hotel berbintang maupun hotel nonbintang. Pada Februari 2026, TPK hotel berbintang di Aceh sebesar 21,63 persen, naik sebesar 2,32 persen poin dibandingkan bulan Januari 2026, dan turun sebesar 2,69 persen poin dibandingkan dengan bulan Februari 2025. Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada Februari 2026 adalah sebesar 15,26 persen, naik 0,12 persen poin dibandingkan Januari 2026, dan turun 2,93 persen poin dibandingkan Februari 2025.Jumlah Penumpang Angkutan Udara dan Angkutan Laut BPS mencatat, pada Februari 2026 jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda mencapai 18.504 orang, turun 21,47 persen dibandingkan Januari 2026 atau turun 6,64 persen dibandingkan Februari 2025. Sementara itu, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara internasional mencapai 9.319 orang, turun 24,77 persen dibandingkan Januari 2026, atau turun 29,49 persen dibandingkan Februari 2025. Selanjutnya, untuk penumpang angkutan laut, secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang angkutan laut pada bulan Februari 2026 mencapai 55.842 orang. Angka ini turun 2,42 persen dibandingkan bulan Januari 2026, dan turun sebesar 9,15 persen bila dibandingkan penumpang pada bulan Februari 2025.Narahubung MediaDina Nirmala SariBadan Pusat Statistik Provinsi Acehhumas1100@bps.go.id