Portal PPID
Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia
—
E-FORM
Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah
Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.
AjukanPermohonan Informasi → Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS
SIARAN PERS BPS PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG B-119/19000/HM.240/2026 2 FEBRUARI 2026
Dirilis pada 02 Februari 2026 • Statistik Lain
INFLASI MASIH POSITIF, NERACA PERDAGANGAN BANGKA BELITUNG TETAP SURPLUS Pangkal Pinang, 2 Februari 2026 — Bangka Belitung terpantau mengalami inflasi sebesar 0,28 persen (m-to-m), turun dari bulan sebelumnya yang juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen (m-to-m). “Inflasi Januari terutama didorong kenaikan harga ikan tenggiri, ikan selar, dan cumi-cumi. Ketiganya memberi andil terbesar terhadap kenaikan harga bulan ini,’’ ujar Plt. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Oktarizal dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (2/2/2026). INFLASI JANUARI 2026 BPS mencatat makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok utama penyumbang inflasi pada Januari 2026. Pada Januari 2026 komoditas Ikan Tenggiri tercatat mengalami inflasi sebesar 22 persen dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen. Setelah mengalami deflasi sebesar 4,62 persen pada Desember 2025, Komoditas Ikan Selar mengalami inflasi pada Januari 2026 yakni sebesar 11,94 persen dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen. Komoditas penyumbang andil inflasi terbesar ke-3 adalah Cumi-Cumi yang mengalami inflasi sebesar 7,42 persen dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Secara tahunan, inflasi di Bangka Belitung naik menjadi 3,95 persen, lebih tinggi dibanding 2,77 persen pada Desember 2025. Pendorong terbesar inflasi tahunan adalah tarif listrik, emas perhiasan, dan cumi-cumi. Dari empat wilayah pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi baik periode month to month (m-to-m) maupun year on year (y-o-y). Inflasi tahunan tertinggi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 5,36 persen. NILAI TUKAR PETANI (NTP) JANUARI 2026 Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2026 tercatat sebesar 152,57 atau naik sebesar 0,19 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu kenaikan indeks yang diterima petani (It) sebesar 0,13 persen sedangkan indeks yang dibayar petani (Ib) turun 0,05 persen. Jika dilihat per subsektor, peningkatan NTP tertinggi terjadi pada Subsektor Perikanan sebesar 2,24 persen dengan andil terbesar adalah pada subsektor perikanan tangkap (2,29 persen). Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga naik menjadi 151,53. Secara regional, NTP Provinsi Kep. Bangka Belitung menempati posisi ke-4 di Sumatera setelah Bengkulu (204,99), Riau (188,87), dan Jambi (173,36). SURPLUS PERDAGANGAN LUAR NEGERI Perdagangan luar negeri Kep. Bangka Belitung masih mencatat surplus besar. Nilai ekspor Desember 2025 mencapai 207,83 juta dollar AS, naik 42,65 persen dibanding Desember tahun lalu. Secara kumulatif Januari-Desember 2025, nilai ekspor tumbuh 19,73 persen menjadi 2.036,75 juta dollar AS. Komoditas Timah tetap mendominasi dengan nilai kumulatif ekspor 1.664,27 juta dollar AS atau 81,71 persen dari total ekspor. Secara tahunan, komoditas timah naik 45,09 persen dan secara kumulatif, komoditas ini tumbuh 26,08 persen. Selain timah, ekspor lemak dan minyak hewan/nabati turun 14,56 persen secara tahunan, sehingga kumulatif Januari-Desember 2025 menjadi 206,95 juta dollar AS. Sementara itu ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah juga tumbuh 21,86 persen secara tahunan sehingga nilai kumulatifnya menjadi 43,06 juta dollar AS. Negara tujuan utama ekspor timah adalah Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan, sedangkan ekspor non-timah banyak dikirim ke Tiongkok, Malaysia, dan Myanmar. Tidak ada impor Kep. Bangka Belitung pada Desember 2025. Pertumbuhan impor secara y-on-y maupun secara c-to-c terkontraksi sebesar 100 persen dan 54,57 persen. Secara kumulatif Januari-Desember 2025, impor tercatat 5,88 juta dollar AS. Dengan ekspor yang jauh lebih besar, neraca perdagangan Desember 2025 mencatat surplus 207,83 juta dollar AS, naik 20,45 persen (c-to-c). PARIWISATA DESEMBER 2025 Jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kep. Bangka Belitung pada Desember 2025 mencapai 394,21 ribu perjalanan. Angka ini naik 5,60 persen dibanding November 2025, tetapi turun 3,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jumlah tamu yang menginap di Kep. Bangka Belitung pada Desember 2025 sebanyak 65.214 orang, naik 9,53 persen dibanding November 2025 dan juga naik 2,14 persen dibanding Desember 2024 (y-on-y). Sebanyak 74,53 persen di antaranya menginap di hotel berbintang. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang tercatat 31,28 persen, naik dibanding bulan sebelumnya tetapi turun dibandingkan tahun lalu. Kota Pangkal Pinang mencatat okupansi tertinggi 39,69 persen, sedangkan Bangka terendah 21,97 persen. Wisatawan mancanegara rata-rata menginap 2,60 malam, lebih lama dibanding wisatawan nusantara yang rata-rata hanya 1,49 malam. TRANSPORTASI DESEMBER 2025 Di sektor transportasi, secara bulanan terlihat peningkatan mobilitas. Jumlah penumpang kapal laut berangkat pada Desember 2025 tercatat 41,07 ribu orang, naik 33,51 persen dibanding November 2025, kemudian kedatangan juga naik 10,20 persen. Namun, penurunan terjadi pada keberangkatan dan kedatangan (y-on-y) masing-masing sebesar 7,18 persen dan 21,31 persen. Untuk moda udara, penumpang berangkat naik 10,82 persen dibanding November 2025 dan turun 6,72 persen dibanding Desember tahun lalu. Penumpang datang juga naik 11 persen dibanding November 2025 dan turun 5,88 persen dibanding tahun lalu. Aktivitas bongkar barang di pelabuhan mengalami peningkatan, tetapi muat barang di pelabuhan mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dan bulan Desember 2024. Tidak hanya itu, aktivitas bongkar barang di bandara mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan muat barang di bandara mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya dan bulan Desember 2024. LUAS PANEN DAN PRODUKSI PADI TAHUN 2025 Potensi panen dan produksi padi pada awal 2026 menunjukkan sinyal pemulihan. Luas panen padi sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 16.287 hektare, turun 1.916 hektare atau 10,53 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 18.293 hektare. Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 64.304 ton, turun 13.186 ton atau 17,02 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 77.490 ton. Produksi padi tertinggi pada tahun 2025 tercatat pada April 2025 dengan capaian 10.578 ton. Sementara itu, untuk periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 19.412 ton, meningkat 3.020 ton atau 18,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Untuk periode Januari–Maret 2026, potensi produksi beras diperkirakan mencapai 11.506 ton, meningkat 1.790 ton atau 18,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 9.716 ton. PROSPEK KE DEPAN Dengan inflasi yang kembali positif, daya tawar petani sedikit menguat, dan kinerja ekspor yang tetap surplus, perekonomian Kep. Bangka Belitung memasuki awal tahun 2026 dengan prospek relatif stabil. Pariwisata Kep. Bangka Belitung berpotensi terus tumbuh dalam beberapa bulan mendatang, didorong lonjakan perjalanan wisatawan nusantara, meningkatnya tamu menginap, serta durasi tinggal wisatawan mancanegara yang relatif panjang. Sementara di sektor pertanian, penurunan luas panen dan produksi padi sepanjang 2025 dipicu melemahnya kinerja pada subround akhir tahun, kemudian mulai diimbangi oleh potensi panen dan produksi pada awal 2026 yang menunjukkan sinyal pemulihan. Narahubung Media Eka R. Pattinama Tim Humas dan Protokol Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Email: bps1900@bps.go.id