Portal PPID
Badan Pusat Statistik

Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia


E-FORM

Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah

Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.

Ajukan
Permohonan Informasi →
Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Purwokerto Mei 2026

Dirilis pada 02 Juni 2026Sensus dan Survey

 BPS mencatat pada bulan Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen (m-to-m). Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,05 pada April 2026 menjadi 110,36 pada Mei 2026. Kondisi ini sangat berbeda bila dibandingkan Mei 2025 yang mengalami deflasi (m-to-m) sebesar 0,46 persen. Secara tahunan (y-on-y), terjadi inflasi sebesar 2,88 persen, dan secara tahun kalender (y-to-d) terjadi inflasi sebesar 1,31 persen. Inflasi Mei 2026 utamanya dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan minuman dan tembakau dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Inflasi month to month (m-to-m) Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,35 persen dengan andil deflasi sebesar 0,10 persen. Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,02 persen dengan andil inflasi sebesar 0,06; kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dengan andil inflasi sebesar 0,10 persen; dan kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,08 persen tetapi tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi, begitu pula dengan kelompok pendidikan yang tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi. Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,50 persen dengan andil deflasi 0,03 persen. Lima besar komoditas penyumbang inflasi (m-to-m) pada bulan Mei yaitu cabai merah dan cabai rawit masing-masing memberikan andil sebesar 0,06 persen, bawang merah dan telepon seluler masing-masing memberikan andil sebesar 0,05 persen, selanjutnya minyak goreng memberikan andil 0,03 persen. Sementara itu lima besar penyumbang deflasi (m-to-m) pada bulan Mei adalah telur ayam ras memberikan andil sebesar 0,09 persen, daging ayam ras memberikan andil sebesar 0,04 persen, emas perhiasan memberikan andil sebesar 0,03 persen, jeruk memberikan andil sebesar 0,02 persen, dan bawang putih memberikan andil sebesar 0,01 persen.  Kelompok utama yang menyumbang andil inflasi Mei adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,35% dengan andil deflasi sebesar 0,10%. Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi dari kelompok ini diantaranya adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. Kenaikan harga pada komoditas hortikultura pada bulan Mei dikarenakan pada tingkat produsen/petani terjadi gagal panen cabai merah dan cabai rawit akibat hama yang menyerang tanaman. Sedangkan untuk bawang merah mengalami kenaikan harga karena pasokan dari luar Banyumas berkurang, petani di daerah sentra bawang merah belum panen. Kelompok yang meredam inflasi Mei 2025 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan deflasi sebesar 0,50% dan andil deflasi sebesar 0,03%. Komoditas yang menyumbang andil deflasi terbesar dalam kelompok ini adalah emas perhiasan. Harga emas di tingkat konsumen mengikuti pergerakan harga emas global, adapun deflasi disebabkan oleh tekanan suku bunga tinggi, dan penguatan dolar Amerika Serikat.Inflasi year on year (y-on-y) Pada Mei 2026 terjadi inflasi (y-on-y) sebesar 2,88 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi (y-on-y) April 2026 serta lebih tinggi pula bila dibandingkan dengan Mei 2025. Semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi, lima besar penyumbang inflasi (y-on-y) pada Mei 2026 yaitu emas perhiasan dengan andil sebesar 0,41 persen, beras sebesar 0,34 persen, cabai rawit sebesar 0,18 persen, minyak goreng masing-masing sebesar 0,17 persen, daging ayam ras sebesar 0,16 persen. Sedangkan lima komoditas yang memberikan andil deflasi adalah bawang putih dengan andil sebesar 0,09 persen, tarif kereta api sebesar 0,03 persen, telur ayam ras, kelapa, dan jeruk masing-masing sebesar 0,02 persen.Kunjungan wisatawan mancanegara meningkatIndikator pariwisata yang dirilis oleh BPS adalah TPK atau Tingkat Penghunian Kamar. Indikator ini merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kinerja usaha penyedia akomodasi dalam suatu periode waktu. TPK Kabupaten Banyumas pada Bulan April 2026 adalah sebesar 28,54 persen atau turun 3,01 poin jika dibandingkan dengan tahun lalu dan naik 2,41 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jika dilihat lebih rinci, TPK hotel bintang di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 41,49 persen. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu yaitu sebesar 1,56 poin dan naik 4,71 poin dari bulan sebelumnya. Begitu juga untuk hotel nonbintang. TPK hotel nonbintang Kabupaten Banyumas sebesar 24,90 persen, mengalami penurunan sebesar 3,62 poin jika dibandingkan dengan tahun lalu dan naik 1,76 poin dibandingkan bulan sebelumnya.Selain angka TPK, Indikator pariwisata yang dihasilkan adalah RLM atau Rata-rata Lama Menginap.  RLM adalah banyaknya malam tempat tidur yang dipakai dibagi dengan banyaknya tamu yang datang menginap. RLM kabupaten Banyumas pada April 2026 adalah sebesar 1,08 malam. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,01 poin dan turun 0,01 poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika dilihat lebih rinci, RLM hotel bintang di Kabupaten Banyumas adalah sebesar 1,19 malam. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,03 poin dan 0,02 poin dari tahun sebelumnya. Begitu juga untuk hotel nonbintang. RLM hotel nonbintang Kabupaten Banyumas sebesar 1,03 malam, angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,01 poin jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan 0,03 jika dibandingkan tahun sebelumnya

Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi

BPS Kabupaten Banyumas

Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas
Jalan Warga Bhakti Nomor 5 Purwokerto Timur
Banyumas, Jawa Tengah 53114
Telepon: (0281) 635496
e-mail: bps3302@bps.go.id

Ikuti Kami
di Media Sosial