Portal PPID
Badan Pusat Statistik
Kota Kediri

Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.

Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia


E-FORM

Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah

Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.

Ajukan
Permohonan Informasi →
Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS

SIARAN PERS 1 APRIL

Dirilis pada 01 April 2026Statistik Lain

Kediri, (1/4) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyampaikan beberapa catatan peristiwa terkait yang mempengaruhi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) selama Maret 2026. Pertamina kembali melakukan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan harga, masing-masing sebesar 4,24%, 3,15%, 7,17%, dan 7,41% sepanjang Maret 2026. Komoditas Cabai Rawit mengalami penurunan harga, sebaliknya Cabai Merah mengalami kenaikan harga sepanjang Maret 2026. Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras mengalami kenaikan harga. Permintaan meningkat selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. Daging Sapi juga mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri. Tarif Angkutan Udara, Tarif Angkutan Antar Kota, dan Tarif Kendaraan Travel mengalami kenaikan harga menjelang Idul Fitri. Sebaliknya, Tarif Kereta Api mengalami penurunan sebagai dampak kebijakan diskon tarif oleh pemerintah. Emas Perhiasan mulai mengalami penurunan harga secara global sepanjang Maret 2026 sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik. Namun demikian, di Kota Kediri masih terjadi inflasi tipis untuk komoditas ini.BPS Kota Kediri mencatat terjadinya inflasi secara month-to-month (m-to-m) pada bulan Maret 2026 sebesar 0,41%. IHK pada Februari 2026 sebesar 109,96 naik menjadi 110,41. Inflasi secara kalender atau year-to-date (y-to-d) pada Maret 2026 sebesar 0,91% dan inflasi secara year-on-year (y-on-y)  pada Maret sebesar 4,03%.Inflasi m-to-m terjadi akibat kenaikan IHK pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tertinggi adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,23% dengan kenaikan sebesar 0,82%. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Daging Ayam Ras.Secara y-on-y, kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga memberikan andil infasi y-on-y tertinggi sebesar 1,51% dengan kenaikan sebesar 14,46%. Komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi pada kelompok ini adalah Tarif Listrik, yang mengalami kenaikan sebesar 41,21% dengan andil sebesar 1,43%. Kelompok pengeluaran lain yang memberikan andil inflasi y-on-y tertinggi berikutnya adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang memberikan andil sebesar 1,14% dengan kenaikan sebesar 16,08% jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi pada kelompok ini adalah Emas Perhiasan, yang mengalami kenaikan sebesar 72,85% dengan andil sebesar 1,10%.Provinsi Jawa Timur juga mengalami inflasi secara m-to-m pada Maret 2026, yaitu sebesar 0,39%. IHK pada Februari 2026 sebesar 111,07 mengalami kenaikan pada Maret 2026 menjadi 110,85. Dari 11 kabupaten/kota yang merilis angka inflasi di Jawa Timur, seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi m-to-m pada Maret 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Gresik dengan inflasi sebesar 0,98%, sedangkan inflasi m-to-m terendah terjadi di Surabaya dengan inflasi sebesar 0,13%. Secara y-on-y, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep, yaitu sebesar 5,31%. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kabupaten Gresik, yaitu sebesar 3,16%.Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Kediri Maret 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Februari 2026 Mengalami KenaikanPada Februari 2026 tercatat TPK hotel di Kota Kediri sebesar 32,82%, angka ini lebih rendah 0,18 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. Jika dilihat dari klasifikasi hotel, TPK hotel bintang Februari 2026 sebesar 52,33% sedangkan TPK hotel non bintang sebesar 18,83% di periode yang sama. Hotel bintang menunjukkan kenaikan namun untuk hotel non bintang mengalami penurunan dibandingkan Januari 2026, hal ini disebabkan oleh faktor seasonal seperti Tahun Baru Imlek. TPK hotel mengalami kenaikan pada momen-momen tertentu, seperti perayaan hari besar nasional, libur ajaran tahun baru/akhir tahun, dan bulan ulang tahun pemerintah Kota Kediri.Selain TPK, indikator pariwisata selanjutnya adalah Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) yaitu rata-rata lamanya tamu menginap di suatu akomodasi/hotel. Secara gabungan (RLMT asing dan RLMT domestik) pada Februari 2026 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. RLMT Gabungan non bintang pada Februari 2026 selama 1,02 hari sedangkan RLMT Gabungan bintang 2,39 hari.Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bulan Februari 2026. Produksi padi di Kota Kediri pada tahun 2025 mencapai 3,71 ribu ton gabah kering giling (GKG)Produksi padi dihitung dengan metode yang mengintegrasikan dua sistem pengumpulan data. Luas Panen didapatkan dari Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Padi, sedangkan Produktivitas didapatkan dari Survei Ubinan. Dari kedua kegiatan tersebut didaptkan nilai Produksi Padi Gabah Kering Giling (GKG) dan Beras, dengan konversi gabah menjadi beras untuk pangan penduduk.Luas panen padi Januari hingga Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 52,64% dibanding tahun 2024, atau menurun 0,70 ribu hektar, yaitu dari 1,33 ribu hektar pada 2024 menjadi 0,63 ribu hektar di 2025. Luas panen Subround II (Mei - Agustus 2025) mengalami penurunan paling besar dibandingkan dengan SubroundI dan III, yaitu sekitar 0,52 ribu hektar, atau turun 71,08% dibandingkan periode Mei - Agustus 2024.Produksi padi Januari - Desember 2025 mengalami penurunan 55,82% atau 4,68 ribu ton GKG dibanding 2024. Pada 2024 sebesar 8,39 ribu ton GKG menjadi 3,71 ribu ton GKG di 2025. Produksi padi Subround II (Mei - Agustus 2025) sekitar 1,12 ribu ton GKG atau turun sebesar 75,15% dibandingkan Mei - Agustus 2024.Produksi beras Januari - Desember 2025 mengalami penurunan yang sama dengan produksi padi, yaitu sebesar 55,82% atau 2,71 ribu ton dibanding 2024. Produksi beras Subround II (Mei - Agustus 2025) sekitar 0,65 ribu ton atau turun sebesar 75,15% atau 1,95 ribu ton dibandingkan Mei - Agustus 2024.Selama lima tahun terakhir, Luas Baku Sawah (LBS) di Kota Kediri mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman, industri, infrastruktur, pendidikan dan kegiatan ekonomi non pertanian lainnya. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya luas panen dan produksi padi. Untuk penghitungan luas lahan tahun 2025 digunakan data LBS tahun 2024, sedangkan sebelumnya menggunakan data tahun 2019. Penurunan luas panen yang diikuti dengan turunnya produksi padi secara signifikan pada Subound II (Mei - Agustus) 2025 disebabkan oleh perubahan pola musim tanam serta kondisi iklim ekstrim (kemarau panjang dan hujan deras tidak teratur) yang meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.Baca berita selengkapnya di Berita Resmi Statistik Luas Panen dan Produksi Padi Kota Kediri 2025 (Angka Tetap).

Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi

BPS Kota Kediri

BPS Kota Kediri 
Jln. Penanggungan 14-G, Kediri 64117
Telp. (0354) 773238 | Fax. (0354) 773119 | e-mail: bps3571@bps.go.id

Ikuti Kami
di Media Sosial