Portal PPID
Badan Pusat Statistik

Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia
—

E-FORM

Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah

Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.

Ajukan
Permohonan Informasi →
Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS

Bukan Sekadar Angka, Komitmen BPS Menghadirkan Statistik yang Bermakna dan Berdampak

Dirilis pada 26 September 2026 • Statistik Lain

Ruteng, 26 September 2026 — Pagi itu, suasana di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai tampak berbeda. Para insan statistik mengenakan pakaian putih dalam apel pagi memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026, Sabtu (26/9).Di balik pakaian putih yang dikenakan bersama, terselip pesan yang lebih besar: statistik bukan sekadar angka yang tersusun dalam tabel, melainkan gambaran tentang kehidupan masyarakat yang menjadi dasar bagi berbagai keputusan pembangunan.Peringatan HSN 2026 mengusung tema “Statistik Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi insan BPS untuk tidak berhenti pada menghasilkan data, tetapi memastikan statistik yang dihasilkan benar-benar dipahami dan memberikan manfaat.Dalam amanat Kepala BPS Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, yang dibacakan pada apel peringatan HSN 2026, ditegaskan bahwa di balik setiap angka terdapat kehidupan manusia. Ada keluarga yang membutuhkan bantuan tepat sasaran, pelaku usaha yang sedang bertumbuh, hingga generasi muda yang sedang mencari masa depan. Ketika statistik akurat dan digunakan dengan benar, keputusan pembangunan dapat menjadi lebih baik dan lebih adil.Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi BPS Kabupaten Manggarai yang sehari-hari berhadapan dengan beragam kebutuhan data pembangunan. Angka kemiskinan, ketenagakerjaan, pendidikan, pertanian, ekonomi, kependudukan, maupun indikator sosial lainnya pada akhirnya bukan hanya angka. Di baliknya terdapat masyarakat Manggarai dengan kebutuhan, harapan, dan persoalan yang nyata.Karena itu, statistik berkualitas dimulai dari proses yang cermat dan jujur. Statistik bermakna menuntut kemampuan untuk memahami cerita di balik angka. Sementara statistik berdampak berarti data tersebut dapat membantu pemerintah dan masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik. Ketiga hal tersebut, sebagaimana ditegaskan dalam amanat Kepala BPS, merupakan tanggung jawab setiap insan statistik, mulai dari petugas lapangan, pengolah data, hingga jajaran pimpinan.Dari lapangan hingga menjadi dasar pembangunanPekerjaan statistik sering kali berlangsung jauh dari sorotan. Ada petugas yang harus menempuh perjalanan untuk menemui responden, memastikan informasi tercatat dengan benar, memeriksa kembali data, hingga memperbaiki anomali sebelum sebuah angka akhirnya dipublikasikan.Kerja tersebut kembali mendapat apresiasi dalam amanat HSN 2026, khususnya atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kepala BPS menyampaikan penghargaan kepada seluruh pegawai dan mitra statistik yang bekerja memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat.Hasil SE2026 nantinya tidak diharapkan berhenti sebagai tabel atau publikasi. Data tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat Statistical Business Register, mendukung penyusunan rebasing Produk Domestik Bruto (PDB), serta memberikan gambaran mengenai struktur dan sebaran aktivitas ekonomi terkini.Bagi BPS Kabupaten Manggarai, semangat tersebut juga mempertegas arti penting pekerjaan statistik di daerah. Data yang dikumpulkan dari masyarakat menjadi bagian dari informasi yang dapat digunakan untuk memahami kondisi daerah dan mendukung perencanaan, pemantauan, serta evaluasi pembangunan.Secara kelembagaan, BPS memang memiliki mandat untuk menyelenggarakan statistik dasar. Di tingkat kabupaten/kota, BPS juga memiliki fungsi melakukan koordinasi serta pembinaan terhadap kegiatan statistik yang diselenggarakan instansi pemerintah.Artinya, BPS tidak hanya hadir sebagai penyedia data statistik dasar, tetapi juga menjalankan peran sebagai pembina data statistik agar penyelenggaraan statistik di lingkungan pemerintahan dapat berjalan sesuai standar dan mendukung keterpaduan data.Dalam kerangka Satu Data Indonesia, peran BPS sebagai pembina data antara lain mencakup penetapan standar data, struktur dan format baku metadata, pemberian rekomendasi kegiatan statistik, serta pembinaan penyelenggaraan statistik.Ketika angka harus berbicaraPerkembangan teknologi membawa tantangan baru. Data semakin banyak, kebutuhan informasi semakin cepat, dan teknologi seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta sains data membuka peluang baru dalam pengolahan dan analisis statistik.Namun, amanat HSN 2026 mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh mengorbankan prinsip statistik resmi. Metodologi, kualitas, transparansi, etika, keamanan, dan kerahasiaan tetap harus menjadi pijakan. Kecepatan juga harus berjalan bersama ketepatan dan keterbandingan data.Di tengah derasnya arus informasi, tantangan BPS juga bukan hanya menghasilkan statistik, tetapi membantu masyarakat memahami statistik.Kepala BPS mengajak seluruh insan statistik untuk tidak lelah melakukan literasi statistik agar masyarakat semakin bijak dalam membaca angka dan memahami peran BPS. Sebab, informasi yang tidak lengkap dan pemahaman yang belum baik dapat menimbulkan keributan di tengah masyarakat.Pesan ini membuat peringatan HSN memiliki makna yang lebih luas. Statistik bukan hanya urusan mereka yang bekerja di balik meja atau mengolah angka. Statistik juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai responden dan pengguna data.Secara historis, HSN sendiri dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran statistik (sadar statistik) di kalangan responden, penyelenggara, dan konsumen data menuju Sistem Statistik Nasional yang andal, akurat, dan terpercaya. Tanggal 26 September dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik, yang kemudian menjadi salah satu tonggak penting perkembangan statistik Indonesia.Dari Manggarai untuk IndonesiaPagi di halaman kantor BPS Kabupaten Manggarai akhirnya bukan sekadar sebuah apel peringatan. Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat alasan mengapa pekerjaan statistik dilakukan.Setiap responden yang memberikan jawaban, setiap petugas yang turun ke lapangan, setiap data yang diperiksa, setiap angka yang diolah, dan setiap publikasi yang diterbitkan memiliki satu tujuan yang lebih besar: menghadirkan informasi yang dapat dipercaya dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.Terlebih, pembangunan membutuhkan data. BPS melalui statistik dasar menyediakan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan. Pada saat yang sama, BPS menjalankan fungsi pembinaan agar kegiatan statistik di instansi pemerintah dapat semakin tertata dan berkualitas.Karena itu, semangat HSN 2026 di Kabupaten Manggarai tidak berhenti ketika apel selesai.Ia diteruskan dalam setiap proses pendataan, pengolahan, analisis, pelayanan, dan penyebarluasan statistik. Ia hadir ketika seorang petugas memastikan tidak ada responden yang terlewat, ketika seorang pengolah memeriksa kembali sebuah angka, ketika masyarakat bertanya tentang makna suatu indikator, dan ketika pemerintah menggunakan data untuk menentukan arah pembangunan.Sebab, seperti pesan Kepala BPS dalam amanat HSN 2026, pekerjaan statistik tidak boleh berhenti sebagai berkas atau tabel dalam sebuah publikasi. Statistik harus menghadirkan manfaat yang nyata.Dari Manggarai, insan statistik terus bergerak—bukan hanya mencatat angka, tetapi memastikan angka memiliki makna dan memberikan dampak.Selamat Hari Statistik Nasional 2026.“Statistik Berkualitas, Bermakna, dan Berdampak untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”by Muhamad Andriansyah, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Manggarai

Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi

BPS Kabupaten Manggarai

Jalan Bougenville, Kel. Pau-Ruteng - 86516
Telp. (0385) 2920098
E-mail: bps5313@bps.go.id
Homepage: https://manggaraikab.bps.go.id

Ikuti Kami
di Media Sosial