Portal PPID
Badan Pusat Statistik
Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia
—
E-FORM
Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah
Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.
AjukanPermohonan Informasi → Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026)
Dirilis pada 09 Juni 2026 • Sensus dan Survey
Poso, 9 Juni 2026 — Pagi yang hangat di Desa Tiwaa, Kecamatan Poso Pesisir Utara, menghadirkan lebih dari sekadar perhelatan Festival Bunga Desa. Di tengah warna-warni bunga dan keramahan warga, lahir sebuah momentum yang sarat makna: pelepasan 301 Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan menyebar ke seluruh penjuru Kabupaten Poso.Hari itu, desa menjadi pusat perhatian. Pemerintah hadir, bukan di balik meja, melainkan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program “Bupati Ngantor dari Desa”, sebuah langkah nyata untuk memastikan bahwa pembangunan tidak berjarak—bahwa suara rakyat didengar langsung dari tempat mereka hidup dan berjuang.Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Poso, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan instansi vertikal, perbankan, perangkat daerah, BUMN/BUMD, hingga camat, kepala desa, serta tokoh agama dan masyarakat. Namun lebih dari sekadar kehadiran para pejabat, yang terasa kuat adalah semangat kebersamaan—bahwa Sensus Ekonomi adalah urusan bersama.Saat Amanah Disematkan, Harapan DilepaskanProsesi pelepasan berlangsung sederhana, namun sarat makna.Satu per satu perwakilan petugas maju ke depan. Dalam suasana yang hening dan penuh penghormatan, Bupati Poso memasangkan ID card petugas secara simbolik. Kartu itu mungkin kecil, tetapi maknanya besar—tanda bahwa para petugas kini memikul amanah negara untuk mencatat kehidupan ekonomi masyarakat dengan jujur dan bertanggung jawab.Tak lama kemudian, pandangan semua orang terangkat ke langit.Puluhan burung merpati dilepaskan. Sayap-sayap putih itu terbang bebas, mengukir garis di langit Desa Tiwaa. Ia menjadi simbol yang kuat—tentang kejujuran yang harus dijaga, kepercayaan yang harus dipegang, serta harapan yang harus disebarkan ke seluruh wilayah Poso.Di momen itu, terasa bahwa yang dilepas bukan sekadar petugas. Ada harapan besar yang turut mengudara.Sesaat setelah pelepasan merpati, seluruh hadirin kembali memusatkan perhatian ke panggung utama. Di sana, Bupati Poso bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan penandatanganan komitmen dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.Penandatanganan ini menjadi simbol kuat bahwa keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab BPS semata, melainkan komitmen bersama seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Poso.Satu per satu para pimpinan daerah menorehkan tanda tangan—sebuah gestur sederhana, namun sarat makna. Di dalamnya terkandung kesiapan untuk mendukung, mengawal, dan memastikan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.Momentum tersebut mempertegas bahwa harapan yang baru saja dilepaskan ke langit kini diteguhkan kembali di bumi—melalui komitmen bersama untuk bekerja, bersinergi, dan menjaga integritas data demi masa depan Poso.Imbauan yang Menyentuh dari Bupati PosoDalam sambutannya, Bupati Poso menegaskan bahwa pencanangan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial.Ia adalah langkah awal untuk memahami secara utuh denyut kehidupan ekonomi masyarakat.Dengan nada yang tegas namun menyentuh, Bupati Poso menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha:“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pelaku usaha di Kabupaten Poso, mulai dari skala mikro hingga besar, untuk menyambut kedatangan petugas dengan tangan terbuka. Berikanlah jawaban yang jujur, akurat, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Partisipasi aktif Bapak dan Ibu dalam Sensus Ekonomi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan investasi penting bagi daerah kita. Data yang Anda berikan akan menjadi pijakan utama bagi pemerintah dalam merancang kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, inklusif, dan mampu memperkuat daya saing ekonomi daerah di masa depan.”Pesan itu sederhana, namun dalam. Ia menempatkan masyarakat bukan sebagai objek pendataan, tetapi sebagai bagian penting dari arah pembangunan.301 Petugas, Menyebar Menjangkau Seluruh PosoSebanyak 301 petugas SE2026 yang dilepas akan bekerja di seluruh wilayah Kabupaten Poso—dari pesisir hingga wilayah pedalaman. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat dan menyeluruh.Tugas mereka tidak ringan.Mereka akan berjalan dari desa ke desa, mengetuk pintu rumah, menyapa dengan ramah, dan mengumpulkan informasi yang selama ini tersebar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.Mereka akan bertemu dengan pedagang kecil di pasar tradisional, pemilik usaha rumahan, petani, nelayan, hingga pelaku usaha besar. Setiap orang memiliki cerita, dan setiap cerita akan menjadi bagian dari potret besar ekonomi daerah.Dengan penuh keyakinan, para petugas menyatakan komitmennya:“Kami siap melaksanakan dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan sepenuh hati, dedikasi, dan integritas. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa...!!”Dua Tahap, Satu Tujuan: Data yang UtuhPelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Poso akan dilakukan dalam dua tahap utama.Tahap pertama adalah pendataan Usaha Menengah dan Besar. Pada tahap ini, pelaku usaha akan mengisi kuesioner secara mandiri, dengan pendampingan petugas BPS. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan data yang lebih detail dan akurat sesuai kondisi usaha.Tahap kedua akan dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, melalui metode door to door.Pada tahap ini, petugas akan turun langsung ke lapangan, mendata seluruh masyarakat—baik pelaku usaha maupun bukan pelaku usaha. Tidak ada yang dikecualikan. Semua akan dicatat sebagai bagian dari gambaran utuh ekonomi masyarakat.Inilah tahap yang paling menyentuh.Karena di sinilah petugas tidak hanya mencatat, tetapi juga mendengar. Mereka akan menyaksikan langsung bagaimana masyarakat bertahan, beradaptasi, dan terus berusaha di tengah berbagai tantangan ekonomi.Data yang Bukan Sekadar AngkaBagi BPS Kabupaten Poso, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pekerjaan pengumpulan data. Ini adalah misi besar untuk menghadirkan data yang kredibel, konsisten, aman, dan terpercaya.Data tersebut akan menjadi dasar:penyusunan kebijakan pembangunanpenentuan program bantuandan penguatan daya saing ekonomi daerahSetiap angka yang tercatat bukanlah statistik kosong. Di dalamnya ada cerita kehidupan, ada perjuangan, dan ada harapan.Karena itulah, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.Ajakan untuk Bersama MenyukseskanMelalui momentum ini, masyarakat Poso diajak untuk ambil bagian:💙 Terima Petugas SE2026💙 Isi Data dengan Benar💙 Rahasia Pasti TerjagaAjakan ini bukan sekadar slogan, melainkan upaya membangun kepercayaan bahwa setiap data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan digunakan untuk kepentingan pembangunan.Dari Desa, Masa Depan Itu DimulaiMenjelang akhir kegiatan, semangat kebersamaan semakin terasa. Suara yang menggema bukan hanya dari panggung, tetapi dari hati masyarakat yang hadir:“Ma’i moo kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk Poso maju, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia maju… MAROSO…!!”Hari itu, di Desa Tiwaa, sebuah langkah penting telah dimulai.Langkah yang mungkin sederhana—mengetuk pintu, bertanya, mencatat—namun sesungguhnya sedang membangun fondasi masa depan.Karena dari desa, dari masyarakat, dan dari data yang jujur—arah pembangunan ditentukan, kebijakan disusun, dan harapan diperjuangkan.