Portal PPID
Badan Pusat Statistik
Kabupaten Mamuju

Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia


E-FORM

Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah

Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.

Ajukan
Permohonan Informasi →
Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS

Harga Ikan Turun Lagi, Mamuju Kembali Deflasi pada April 2026

Dirilis pada 04 Mei 2026Siaran Pers

Mamuju, 4 Mei 2026 – Tren penurunan harga di Kabupaten Mamuju masih berlanjut. Pada April 2026, daerah ini kembali mengalami deflasi sebesar 0,02 persen secara bulanan (month-to-month). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indeks Harga Konsumen (IHK) Mamuju turun tipis dari 111,40 pada Maret menjadi 111,38 pada April 2026. Meski kecil, penurunan ini menandakan harga barang dan jasa secara umum masih mengalami koreksi. Secara keseluruhan, inflasi Mamuju sejak awal tahun tetap terkendali. Tercatat inflasi year-to-date sebesar 1,08 persen, sementara secara tahunan (year-on-year) berada di angka 2,19 persen.Deflasi April kembali didorong oleh turunnya harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar. Sejumlah komoditas yang paling berpengaruh antara lain ikan layang, ikan cakalang, telur ayam ras, ikan katamba, hingga jagung manis. Bahkan, emas perhiasan juga ikut menyumbang penurunan harga bulan ini. Di sisi lain, kenaikan harga masih terjadi pada beberapa komoditas, seperti angkutan udara, telepon seluler, dan tomat, yang menahan laju deflasi agar tidak lebih dalam.Meski secara umum terjadi penurunan harga, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami kenaikan cukup signifikan. Kelompok transportasi mencatat inflasi tertinggi, diikuti oleh informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, serta perumahan dan utilitas. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan biaya di sektor jasa dan mobilitas masyarakat.Secara tahunan, inflasi Mamuju sebesar 2,19 persen masih dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Komoditas seperti beras, emas perhiasan, angkutan udara, sigaret kretek mesin, tomat, dan ayam hidup menjadi pendorong utama inflasi dalam setahun terakhir. Sebaliknya, beberapa komoditas seperti ikan katamba, cabai rawit, dan cabai merah justru mengalami penurunan harga.Menariknya, saat Mamuju mengalami deflasi, wilayah lain di Sulawesi Barat masih mencatat inflasi. Kabupaten Majene mengalami inflasi 0,41 persen, sementara Sulawesi Barat secara umum inflasi 0,24 persen. Namun secara tahunan, inflasi Mamuju (2,19 persen) tetap lebih tinggi dibandingkan Majene (1,31 persen) dan rata-rata provinsi (1,66 persen).Deflasi tipis yang terjadi dua bulan berturut-turut memberi sinyal bahwa harga mulai bergerak lebih stabil, terutama pada komoditas pangan. Meski demikian, fluktuasi harga ikan dan bahan pangan lainnya masih menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai dalam menjaga kestabilan inflasi di Mamuju.

Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi

BPS Kabupaten Mamuju

Gedung 1 Lantai 1
(Kepala Biro Humas dan Hukum Badan Pusat Statistik)
Jln. Dr. Sutomo 6–8, Jakarta Pusat 10710
T. (021) 3841195,3842508,3810291-4, Ext : 1017
F. (021) 3857046
e-mail: ppid@bps.go.id

Ikuti Kami
di Media Sosial