Portal PPID
Badan Pusat Statistik
Provinsi Maluku
Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia
—
E-FORM
Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah
Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.
AjukanPermohonan Informasi → Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS
Neraca Perdagangan Maluku Kembali Defisit
Dirilis pada 01 September 2025 • Siaran Pers
Neraca Perdagangan Defisit US$158,94 jutaAmbon, (1/9)- Neraca perdagangan Maluku kembali mencatat kinerja negatif. Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi Maluku melaporkan neraca perdagangan barang di Maluku sepanjang periode Januari-Juli 2025 defisit sebesar US$158,94 juta, turun US$109,54 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Defisit ini ditopang oleh impor yang mencapai US$185,34 juta, lebih tinggi dibanding ekspor yang sebesar US$26,41 juta, Nilai ekspor periode Januari-Juli 2025 turun 16,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ekspor Januari–Juli 2025 dibanding periode tahun sebelumnya dikarenakan belum adanya kegiatan ekspor migas pada periode ini. Selain belum ada kegiatan migas pada periode ini, disebabkan juga tidak adanya ekspor berupa kelompok lainnya. Sementara itu, kelompok ikan dan udang naik 25,39 persen dari US$22,58 juta menjadi US$28,31 juta.Dari sisi negara tujuan, periode Januari-Juli 2025 ini, Tiongkok tetap menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas dengan nilai mencapai US$25,22 juta (89,08 persen), disusul oleh Hongkong US$2,94 juta (10,38 persen). Sementara itu ekspor ke kawasan luar Asia pada periode tersebut hanya berkontribusi sebesar 0,55 persen, yakni ke Amerika Serikat senilai US$0,15 juta. Komoditas yang diekspor pada periode tersebut adalah kelompok ikan dan udang, diantaranya berupa ikan beku, ikan laut hidup, kerapu dan udang beku.Selain ekspor melalui pelabuhan di Maluku, ekspor komoditi asal Maluku juga dilakukan melalui pelabuhan di luar Maluku. Periode Januari-Juli 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024, turun 13,82 persen dari US$17,92 juta menjadi US$15,44 juta. Penurunan terjadi pada sebagian besar golongan barang, dimana golongan kelompok kayu dan produknya; kelompok kopi, teh dan rempah; dan kelompok lak, getah dan damar; masing-masing mengalami penurunan di atas 70 persen. Kelompok komoditi yang memberikan sumbangan ekspor di pelabuhan luar Maluku terbesar pada peride Januari- Juli 2025 adalah kelompok ikan dan udang mencapai 45,91 persen dari total ekspor komoditi asal Maluku. Secara keseluruhan, ekspor komoditi asal Maluku sekitar 61,80 persen dilakukan melalui Bandara Soekarno Hatta di Tangerang dan 32,13 persen melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara itu dari sisi impor, BPS Provinsi Maluku mencatat nilai impor Januari-Juli 2025 sebesar US$187,25 juta atau turun US$115,07 juta (38,06 persen) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor migas (US$185,34 juta) dengan penurunan 34,96 persen. Demikian halnya sektor nonmigas (USS1,90 juta) turun 89,03 persen. Penyumbang utama impor komoditas non migas senilai US$ 1,90 juta dalam bentuk plastik lembaran dan kemasan, kotak/kemasan dari karton, barang tekstil lainnya, mesin untuk keperluan umum/khusus dan peralatan listrik. Dari sisi penggunaan, BPS juga mencatat bahwa impor bahan baku atau penolong turun 34,66 persen menjadi US$186,75 juta.Dilihat dari peranannya terhadap total impor Januari–Juli 2025, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh Singapura 71,85 persen (US$134,53 juta), diikuti oleh Malaysia 27,14 persen (US$50,81 juta), dan Tiongkok 1,02 persen (US$1,90 juta). Dengan demikian, kontribusi ASEAN 98,98 persen dan Asia lainnya 1,02 persen. Sementara untuk bulan Juli saja, nilai ekspor mencapai US$5,18 juta, naik 1.151,94 persen dibanding Juli 2024 yang hanya senilai US$ 0,41 juta. Sedangkan nilai impor mencapai US$17,51 juta, turun 74,54 persen dibanding Juli 2024 (US$68,78 juta).Terjadi Deflasi Pada Bulan Agustus 2025BPS Provinsi Maluku selanjutnya mencatat terjadi deflasi pada bulan Agustus 2025 sebesar 0,09 persen (m-to-m) atau terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,10 pada Juli 2025 menjadi 110,00 pada Agustus 2025. Secara tahunan terjadi inflasi sebesar 3,25 persen, dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,81 persen.Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,32 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen. Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mengalami deflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,51 persen dan memiliki andil deflasi 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yaitu 0,39 persen dan andil deflasi 0,03 persen.Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Agustus 2025, antara lain: tomat, tarif angkutan udara, cabai merah, ikan cakalang, bensin, popok bayi sekali pakai/diapers, ikan layang/mumar, ikan tongkol/komu, sawi hijau, kangkung, bayam, tahu mentah, daun singkong, ice cream, ikan asap, labu siam/jipang dan talas/keladi.Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Agustus 2025, antara lain: bawang merah, beras, emas perhiasan, tomat, ikan selar/kawalinya, ikan layang/mumar, ikan tongkol/komu, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk, buncis, ikan cakalang, kelapa, sigaret putih mesin (SPM), ikan kembung/lema, kacang panjang, sepeda motor, ikan asap, ayam goreng dan nasi dengan lauk.Menurut wilayah, secara bulanan deflasi terdalam terjadi di Kota Tual sebesar 1,00 persen dengan IHK sebesar 110,90 dan inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 0,52 persen dengan IHK sebesar 111,00.Jumlah Perjalanan Wisatawan Nusantara MeningkatJumlah perjalanan wisnus pada Juli 2025 mencapai 303,82 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 5,13 persen bila dibandingkan dengan Juni 2025 (m-to-m). Kondisi yang sama, jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y), naik 114,51 persen. Secara kumulatif, hingga Juli 2025, perjalanan wisnus di Maluku mencapai 2.067,92 ribu perjalanan, atau naik 70,30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. BPS Provinsi Maluku mencatat bahwa berdasarkan daerah tujuan, Kota Ambon menjadi daerah tujuan perjalanan wisata dengan angka tertinggi, yaitu mencapai 118,24 ribu perjalanan pada Juli 2025 atau sekitar 38,92 persen dari total perjalanan wisnus di Maluku. Adapun kabupaten yang menjadi tujuan perjalanan tertinggi berikutnya adalah Maluku Tengah (78,13 ribu perjalanan) dan Seram Bagian Barat (31,13 ribu perjalanan). Komposisi 3 kabupaten tujuan utama ini, memiliki pola yang sama dengan komposisi 3 kabupaten asal utama.Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS adalah tingkat penghunian kamar hotel dan akomodasi lainnya (TPK). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) bulan Juli 2025 mencapai 20,71 persen, naik 0,61 poin dibanding Juni 2025. TPK hotel dapat dibedakan menjadi TPK hotel bintang dan TPK akomodasi lainnya. TPK hotel bintang di Maluku bulan Juli 2025 mencapai 33,98 persen. Nilai ini naik 1,83 poin jika dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m). Kondisi yang sama juga terjadi pada akomodasi lainnya, mengalami kenaikan TPK sebesar 0,23 poin pada Juli 2025 dengan nilai TPK sebesar 16,53 persen. Secara kumulatif, hingga Juli 2025, TPK hotel bintang di Maluku mencapai 29,13 persen, turun 4,72 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Nilai Tukar Petani TurunNilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku pada Agustus 2025 mencapai 96,82, atau turun 1,29 persen dibanding Juli 2025. Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,88 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,41 persen. Kunjungan Penumpang Angkutan Udara Domestik MeningkatBPS Provinsi Maluku juga mencatat, pada Juli 2025 jumlah kunjungan penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 43,38 ribu orang, meningkat 9,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan keberangkatan penumpang juga terjadi pada angkutan laut domestik. Jumlah penumpang berangkat melalui moda transportasi laut di Maluku pada Juli 2025 tercatat 57,30 ribu orang untuk pelabuhan pengumpul dan 45,36 ribu orang untuk pelabuhan utama. Dibandingkan Juni 2025, keberangkatan penumpang naik 26,58 persen di pelabuhan utama dan 6,86 persen di pelabuhan pengumpulSementara itu, muatan barang penerbangan domestik mencapai 541,58 ton pada Juli 2025, meningkat 4,71 persen dibanding bulan sebelumnya, naik 2,09 persen secara tahunan, dan tumbuh 12,17 persen jika dibandingkan periode kumulatif Januari–Juli tahun lalu. Muat barang pada moda angkutan laut juga mengalami peningkatan dengan volume muat barang di pelabuhan pengumpul tercatat 59,79 ribu ton, naik signifikan 24,71 persen dibanding Juni 2025 dan melonjak 36,89 persen dibanding Juli 2024. Muat barang di pelabuhan utama juga meningkat 15,39 persen dari bulan sebelumnya, meskipun tercatat turun 10,93 persen dibanding Juli 2024.Narahubung MediaPenina A. SalawaneBPS Provinsi Malukubps8100@bps.go.id