Portal PPID
Badan Pusat Statistik Kota Sorong

Setiap orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008. Website PPID BPS menyediakan Informasi Publik Berkala, Setiap Saat, Serta-merta, dan Informasi lainnya.
Informasi
Berkala
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala
Informasi
Serta-merta
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara serta merta tanpa penundaan
Informasi
Setiap Saat
Informasi Publik yang wajib disediakan dan diumumkan setiap saat
Informasi
Dikecualikan
Pengecualian informasi harus didasarkan pada pengujian konsekuensi
Standar
Layanan
Standar yang berlaku pada Layanan PPID
Laporan
dan Regulasi
Kumpulan Laporan dan Regulasi yang tersedia


E-FORM

Pengajuan Informasi Publik
Kini Lebih Mudah

Ajukan permohononan Informasi Publik, atau keberatan Informasi Publik dengan mengisi E-Form secara online.

Ajukan
Permohonan Informasi →
Ajukan
Keberatan Informasi →

Berita Kegiatan BPS

KOTA SORONG ALAMI DEFLASI 0,26 PERSEN PADA JULI 2026

Dirilis pada 03 Agustus 2026Siaran Pers

Sorong (03/08) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Sorong bulan Juli 2026 serta Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bulan Juni 2026, Senin (3/8). Rilis tersebut disampaikan oleh Kepala BPS Kota Sorong, Tri Rotua Maulina Siagian, dalam Berita Resmi Statistik (BRS).Tri Rotua Maulina Siagian menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen (SHK) yang dilaksanakan BPS Kota Sorong, pada Juli 2026 Kota Sorong mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,26 persen. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year/y-on-year) tercatat sebesar 5,16 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 3,37 persen."Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang mengalami inflasi sebesar 0,65 persen, maka pada Juli 2026 terjadi kondisi yang berlawanan, yaitu deflasi sebesar 0,26 persen. Selama satu tahun terakhir, Kota Sorong mengalami delapan kali inflasi dan lima kali deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Juni 2026 sebesar 2,06 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi pada Februari 2026 sebesar 0,81 persen," ujar Tri.Menurutnya, berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami inflasi bulanan tertinggi sebesar 2,01 persen dengan andil 0,03 persen. Sementara itu, kelompok transportasi menjadi kelompok dengan deflasi terdalam sebesar 1,85 persen dengan andil minus 0,20 persen.Ia menambahkan, komoditas yang menjadi penyumbang inflasi secara bulanan antara lain terong dan bahan bakar rumah tangga yang masing-masing memberikan andil 0,05 persen, diikuti bensin dan ikan asap sebesar 0,04 persen, serta ikan tuna sebesar 0,03 persen."Sementara komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah angkutan udara sebesar 0,21 persen, diikuti ikan kembung atau ikan gembung, ikan banyar, ikan gembolo, dan ikan aso-aso sebesar 0,11 persen, bawang merah sebesar 0,10 persen, tomat sebesar 0,08 persen, serta daging ayam ras sebesar 0,05 persen. Setelah sebelumnya mengalami lonjakan pada Juni 2026, tekanan harga angkutan udara mulai mereda karena berakhirnya periode liburan sekolah," jelasnya.Lebih lanjut, Tri mengatakan bahwa secara tahunan Kota Sorong masih mengalami inflasi sebesar 5,16 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Juni 2026 yang mencapai 6,12 persen, namun lebih tinggi dibandingkan kondisi Juli 2025 yang sebesar 0,57 persen."Peningkatan inflasi dibandingkan Juli tahun lalu terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga tiket pesawat," katanya.Ia menjelaskan, berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok transportasi mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 12,23 persen dengan andil 1,19 persen, sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki mengalami deflasi sebesar 5,08 persen dengan andil minus 0,19 persen. Adapun andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yaitu sebesar 2,19 persen.Untuk komoditas penyumbang inflasi tahunan, Tri menyebut angkutan udara memberikan andil terbesar sebesar 0,85 persen, disusul ikan tuna sebesar 0,59 persen, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebesar 0,48 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45 persen, dan kontrak rumah sebesar 0,26 persen."Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi secara tahunan adalah cabai rawit sebesar 0,27 persen, tomat sebesar 0,19 persen, baju muslim pria sebesar 0,05 persen, pisang sebesar 0,04 persen, dan telur ayam ras sebesar 0,04 persen," ujarnya.Dalam ringkasan inflasi Juli 2026, Tri Rotua Maulina Siagian menegaskan bahwa penyumbang utama inflasi bulanan berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,07 persen. Komoditas penyumbang utamanya antara lain terong, bahan bakar rumah tangga, bensin, ikan asap, ikan tuna, beras, cabai merah, buku tulis bergaris, obat dengan resep, dan bawang putih.Sementara itu, penyumbang utama inflasi tahunan berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,19 persen, kelompok transportasi sebesar 1,19 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,93 persen.Selain merilis perkembangan inflasi, BPS Kota Sorong juga menyampaikan perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berdasarkan Survei VHTS terhadap 34 hotel di Kota Sorong pada Juni 2026.Untuk hotel berbintang, Tingkat Penghunian Kamar tercatat sebesar 42,58 persen, turun 3,00 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 45,58 persen."Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang secara keseluruhan pada Juni 2026 mencapai 1,80 hari, meningkat 0,04 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing tercatat 1,22 hari atau turun 0,24 poin, sedangkan tamu domestik meningkat menjadi 1,83 hari atau naik 0,04 poin," kata Tri Rotua Maulina Siagian.Pada hotel nonbintang, Tingkat Penghunian Kamar tercatat sebesar 26,35 persen, meningkat 1,30 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 25,05 persen.Menurut Tri, rata-rata lama menginap tamu hotel nonbintang secara keseluruhan mencapai 1,03 hari, naik 0,01 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing tetap 1,00 hari, sedangkan tamu domestik meningkat menjadi 1,03 hari.Secara keseluruhan, Tingkat Penghunian Kamar hotel di Kota Sorong pada Juni 2026 tercatat sebesar 37,19 persen, turun 1,54 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 38,73 persen."Rata-rata lama menginap tamu hotel secara keseluruhan mencapai 1,58 hari atau naik 0,02 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing menjadi 1,21 hari atau turun 0,24 poin, sedangkan tamu domestik meningkat menjadi 1,60 hari atau naik 0,03 poin dibandingkan Mei 2026," jelasnya.Di akhir penyampaian Berita Resmi Statistik, Tri juga menginformasikan bahwa BPS di seluruh Indonesia sedang melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026."Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menerima kedat

Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi

BPS Kota Sorong

Kantor BPS Kota Sorong
Jln. Merpati No. 7, Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya
Telp: 0812-3300-9171
e-mail: bps9171@bps.go.id

Ikuti Kami
di Media Sosial